Welcome to my blog, hope you enjoy reading :)
RSS

Thursday, 24 January 2013

Terlampau Batas

Aku enggak akan menulisnya dalam kata-kata hiperbola atau majas indah seperti karangan Kahlil Gibran, yang aku tau hanya "Engkau berhasil melukiskan warna-warna dalam senja hitam putih"
Dalam hati yang tak terlihat, kau berbisik..
Tentang kehidupan yang batas-batasnya mulai menyakitkan..
Seperti luka karena cinta
Atau kesepian karena kekosongan
Ketika itu kamu hadir dengan sederhana..
Tanpa sayap-sayap putih yang indah..
Tanpa nyanyian-nyanyian akustik yang aku sukai..
Kamu lebih dari sekedar mengajarkan aku sebuah kehidupan yang sederhana..
Bahkan, engkau membangunkanku dari mimpi-mimpi yang panjang agar segera bangkit
Dan yah, lagi-lagi Allah SWT mengirimkanku seseorang..
Sahabat yang bersih jiwanya..
Yang tawanya itu selaras dengan piano orkestra atau lebih indah
Yang semangatnya itu sebanding dengan mentari yang hangat
Yang ketulusannya itu segaris dengan kasih sayang..
Oh my gosh, aku sedang menulis betapa berartinya semangatnya, bukan kasih sayangnya
Tapi aku mencoba tidak mempercundangi hatiku..
Tepatnya, sahabat yang penuh kerendahan dan kasih sayang membuatku tertengadah dibawah hujan yang memang ga pernah reda
Merasakan satu semangat bersamanya adalah kekuatan besar
Seperti autobiografi yang didokumentasikan
Aku mulai menyenangi kehidupanmu..
Tepatnya, kamu bisa berlari saat tak memiliki kaki, hebat bukan? Bahkan aku enggan berlari sekalipun aku memiliki dua kaki dengan set sepatu yang mewah..
Maka aku menyenangi caramu berlari..
atau alangkah terlampauinya batas-batas kehidupan yang kamu alami..
membuatmu mampu..sanggup..dan kuat..menikmati kerasnya hidup..hingga tiada sedikitpun luka yang kamu rasa..
dan sekali lagi, aku menyenangi kehidupanmu..


0 comments:

Post a Comment