Welcome to my blog, hope you enjoy reading :)
RSS

Wednesday, 16 July 2014

Kupungut pagi yang mengering satu-satu

Semalam langit-langit menyapa tanpa bintang
Semalam kutuai tatapan pada senja yang hening
Semalam pula nada-nada menguning dan mengering
Semalam tak lagi sama..sewaktu pulang

Tak lagi terasa bermakna sekujur tubuh
Tak lagi merah yang tercecer dalam peluh
Pelukanku dengan pelangi dibawah payung teduh
Menitikkan air mata yang tak lagi bermakna utuh

Allah sedang menghadiahkanku kepedihan
Rajutan pupusnya mimpi dan harapan
Dinding kosong tiba-tiba berceloteh menjadi teman
Lalu kuakhiri dimana aku berjalan pada awalan

Sudikah dunia diamlah saja..
Temui nasibmu di sudut pagi yang terbata-bata
Tak perlu lagi dilogikakan dengan kata
Aku telah terbangun dan menghadapi realita

Selamat pagi, semesta indah..
Segeralah terang, awan-awan menyibaklah
Langit jingga terbelahlah
Kepedihan berpendarlah

Siapkan sisi terbaik di pelukan Tuhan
Agar menyimpan mimpimu dan cepat didekatkan
Tuhan juga perlu darimu sebuah kepercayaan
Yang sudah berjatuhan lepaskan dan ikhlaskan

Esok hari 'kan ada puisi lebih hebat
Tanpa ada drama dan tangisan yang terjerat
Esok hari 'kan ada mawar yang tumbuh lebat
Tanpa ada wewangian dan kemerahan yang dibuat-buat

Esok hari kan ada senyuman
Yang terbingkai pada keduanya
Tanpa tangisan
Dalam suatu prosa

Thursday, 10 July 2014

Dengan sajakku

Aku menanti dengan sajakku
Bersama malam dan dongeng-dongeng bintang
Berjajar dengan semesta, bunga mekar, dan benda tersayang
Bercerita dengan kawanan pena dan kertas usang

Aku merindu dengan sajakku
Pada pertemuan terakhir malam sunyi
Diiringi harapan dan doa yang tersulut api
Berujung rindu yang keji sebelum menjadi-jadi

Aku tetap menanti dengan sajakku
Yang tiba-tiba tanah berbau air hujan
Diselingi senyumanmu penuh kejutan
Dan kau hadir begitu bening dalam angan

Aku tetap merindu dengan sajakku
Duduk manis diujung waktu
Mengubah senja menjadi lagu

Aku disini..
Terus tetap menantimu..
Merindumu dengan sajakku..